REVIEW DRAMA KOREA “WHO ARE YOU : SCHOOL 2015” (2015)
Gak terasa udah hari ke-5 ya *lap keringet*. Untuk drakor minggu overdosis review drama korea 2015 Racauan Manda kali ini saya mau bahas drakor Who Are You a.k.a. School 2015. Kalau saya tidak salah, stasiun TV Korsel KBS dan KBS2 telah menayangkan serial drama bertema sekolah sejak tahun 1999 (biasanya judulnya depannya ada School-nya, dan dibarengi judul alternatif). Ceritanya mainly membahas kehidupan anak remaja sekolah di masa dimana drama tersebut dirilis, tapi plotnya so far beragam. Saya sendiri sudah menonton Jungle Fish 2 dan School 2013, dan saya lumayan suka, itulah mengapa saya cukup penasaran dengan serial School 2015 ini.
Pada serial drakor School tahun 2015 ini, kita dipertemukan oleh bintang2 remaja korsel yang sedang berjaya, Kim So Hyun, Yook Sung Jae (BTOB) dan Nam Joo Hyuk. Dua pertama emang oke, tapi satu yang terakhir (Joo Hyuk) aktingnya menurut saya masih rada kaku. Oh sama satu lagi, namanya Jo Soo Hyang, artis remaja baru yang aktingnya oke banget di drama ini (padahal second-lead), tapi itu kita bahas lebih lanjut nanti ya.
Drama bertema sekolah, cinta, persahabatan dan suspense ini lumayan oke sih, meski ada logika plot yang rada meh dan ending romance-nya kurang sreg di hati. Tapi yang penting, paling gak pesan moral tentang persahabatan dan bullying-nya masih ada, penulis ceritanya juga mampu menyampaikan penyakit sosial yang sadar gak sadar sudah tertanam di benak masyarakat, terutama remaja. Bukan cermin kehidupan remaja Korsel aja sih, masih bisa relate pada kehidupan remaja di Indonesia yang gue tahu kok.
Oke, udah tertarik nonton? Ayo kita lanjut!
Eun Byul dan Eun Bi (dua2nya diperankan oleh Kim So Hyun) adalah dua saudari kembar. Mereka yatim piatu dan sempat dirawat hingga balita di panti asuhan yang sama di Tongyeong, Gyeongsang Selatan (masih wilayah Korsel). Tapi mulai dari situ, takdir mereka berpisah jauh. Eun Byul diadopsi oleh keluarga kaya dan pindah ke Seoul, sementara Eun Bi tetap tinggal di panti yang sama hingga dewasa. Memori Eun Byul balita lebih kuat, sehingga hanya dia yang masih ingat bahwa dia memiliki saudari kembar di Tongyeong, sementara seiring waktu berlalu, Eun Bi lupa bahwa dia masih memiliki keluarga. Keduanya tidak saling berkomunikasi secara langsung sejak berpisah.
Eun Byul hidup dengan baik di Seoul. Orangtua yang mengadopsinya menyayanginya, memberinya kehidupan yang lebih dari cukup. Eun Byul belajar di sekolah privat, pintar, percaya diri, populer di kalangan teman2nya. Gadis itu tidak pernah kekurangan suatu apapun, kecuali hatinya yang seringkali masih memikirkan saudari kembarnya yang tinggal jauh di Tongyeong. Eun Byul diam2 masih memperhatikan Eun Bi, mencari tahu kabar saudarinya itu, tapi Eun Byul tidak pernah berani untuk menemui ataupun bicara dengan Eun Bi secara langsung.

Sementara di Tongyeong, Eun Bi hidup dengan segala kesederhanaan. Dia hanya tahu bahwa dia sebatang kara, sama sekali tak ingat bahwa dia masih punya saudara. Eun Bi bersekolah di sekolah negeri setempat, belajar dan ikut membantu mengurus panti asuhan tempatnya tinggal dan dibesarkan. Prestasi sekolahnya biasa saja, tidak ada yang istimewa. Yang menyedihkan, Eun Bi telah lama menjadi sasaran bullying dari teman2nya. Gadis itu mengalami tekanan mental untuk banyak hal.

Suatu hari, Eun Bi mengalami kecelakaan dan hilang ingatan. Saat sadar, seorang ibu yang tak dikenalinya memanggilnya Eun Byul dan membawanya ke Seoul. Karena masih kehilangan memori, Eun Bi benar2 menyangka bahwa Seoul, sekolah privat, teman2nya yang populer, pakaian2 indah, dan ibu yang baik hati benar2 adalah kehidupannya sebelum amnesia. Tapi seiring waktu, Eun Bi (yang sedang menjadi Eun Byul) mulai mencium keganjilan pada identitas yang dia miliki sekarang.
Kalau memang dia bukanlah Eun Byul, kemanakah gadis bernama Eun Byul yang asli itu menghilang?
——————-
Hal pertama yang gue suka dari drama ini, dari awal gue itu sempet dibuat penasaran banget sama plotnya. Penulisnya jago deh untuk hal ini. Drama ini bener2 bernuansa suspense banget di awal cerita, membuat gue bertanya2 dan menebak2, gak sabar untuk liat episode berikutnya. Hal-hal kayak siapa yang sengaja ninggalin Eun Byul di toilet pas lagi study tour, siapa yang neror Eun Byul, apakah Eun Byul melakukan tindakan bullying juga ke orang lain sementara Eun Binya nun jauh di sana jadi korban bullying, dll. Yang gue suka, plotnya ngasi gue waktu buat gregetan, semuanya dibuka pelan2, plus dikasih beberapa clue yang membuat gue menduga macem2.
Terus selain itu, drama ini memancing emosi dengan cukup baik. Plotnya mengulas penyakit sosial yang memang harus kita akui benar2 ada di dunia nyata, bukan di Korsel doang, tapi di Indonesia juga. Bentuk bullying itu bermacam2, bukan hanya dengan konfrontasi langsung : pemalakan, melabrak, dll. Tapi tidak melakukan apa2 saat melihat tindak bullying, memilih cuek saat kita tahu ada seseorang di lingkungan kita yang diperlakukan tidak adil, menganggap bahwa sesuatu yang dilakukan semua orang itu berarti benar adanya (contohnya, semua anak morotin si X, berarti morotin si X itu gak salah dong, toh X-nya juga bersedia), itu juga termasuk bullying, hanya saja mungkin dalam versi lebih halus.
Terus drama ini juga lumayan sarat akan hal2 khas di dunia remaja, contohnya si C ngeliat si A dan si B kembaran tas, terus si C jadi rada insecure karena sebelumnya ngerasa bertemennya bertiga, tapi kok si A dan B kayaknya lebih deket satu sama lain. Contoh kasus lainnya, pengen populer, tekanan sebagai anak pintar, taksir2an, sampe2 ke kehidupan sekolah yang melibatkan orang tua juga ada. Meski ortu korsel (kalau memang bener dramanya mengulas apa yang benar2 terjadi di sana) kayaknya kok super ambisius banget soal nilai2 anaknya, ya -_-;. Sepanjang yang gue tahu, alhamdulillah ortu Indonesia masih lebih manusiawi sih soal ini, tapi gak tahu juga 

Nah, yang gue rada ganjel itu, ada beberapa detail plot yang menurut gue gak masuk akal aja. Soal Eun Bi yang lupa dia punya saudara kembar yaudahlahya, secara emang memori anak2 itu beragam, ada yang tajem ada yang enggak. Lagian, emang Eun Byulnya diceritakan lebih cerdas dari Eun Bi. Tapi soal Eun Byul yang sempet ngilang lalu *spoiler alert hindari biru* mendadak balik tanpa ada penjelasan lengkap mengenai : dia tinggal di mana, duitnya dari siapa, kenapa ngilang dan tuker tempat bukannya ngajak Eun Bi ke seoul aja, ngomong kek ama ortu angkatnya, dll dsb. Ketidakjelasan mengenai hal tersebut membuat gue rada ilfil aja ama ceritanya.
Itu satu, yang kedua, romancenya bener2 nyebelin. Jadi diceritakan Eun Byul itu punya childhood romance–temen dari kecil yang sebenernya sama2 naksir tapi ya gak jadi2 aja ampe SMA, namanya Han Yi An (Nam Joo Hyuk). Pas Eun Bi tertukar ama Eun Byul, awalnya Yi An-nya kan gak tahu kalau itu bukan Eun Byul, jadi ya PDKT-nya jalan terus. Along the way, Yi An ngerasa si Eun Byul kok jadi rada beda ya (jadi suka olahraga, jadi gak sejudes dulu), tapi si Yi An ya tetep naksir2 aja. Nah, sementara itu, si Eun Bi (yang lagi jadi Eun Byul) mulai deket sama temen satu sekolah Eun Byul yang namanya Gong Tae Kwang (Sungjae)–anak orang kaya yang slengean, yang sebelumnya gak mungkin banget bakal bergaul ama Eun Byul. Jadilah cinta segitiga : Eun Bi (yang lagi pura2 jadi Eun Byul)-Tae Kwang-Yi An.

NAH, sepanjang cerita itu dikasih lihat bahwa si Tae Kwang itu pengorbanannya untuk Eun Bi (yang lagi pura2 jadi Eun Byul – gue mulai capek deh jelasinnya -_-) lebih besar dari Yi An. Yi An bahkan sempet ngamuk2 gitu pas tau itu bukan Eun Byul, bahwa mungkin Eun Byul yang asli itu udah meninggal (padahal masih hidup, cuma ngumpet aja). Secara ini drama remaja, kemungkinan happy endingnya ya Eun Byul sama Yi An, Eun Bi sama Tae Kwang, kan? TAPI TIDAK SODARA2, ceritanya berakhir dengan Eun Bi sama Yi An, Eun Byul dan Tae Kwang jomblo.

MENGAPAAAAAAAAA??!!!

Gue bener2 gak melihat kenapa Eun Bi mesti ama Yi An. Mereka chemistry-nya aja kurang gitu, jadi mengapa dear scriptwriter? mengapaaa???
*tebalikin meja*
Lain masalah ya kalau Yi An-nya juga udah ada kontribusi untuk kelancaran hidup Eun Bi, ini semua2nya Tae Kwang yang berkorban, kok T-T.

Kekecewaan yang kedua, meski pesan moral tentang bullyingnya bagus, gue rada bete karena sampe akhirpun, Eun Byul tetep digambarkan sebagai pribadi yang kuat, dia yang ngelabrak Soo Young (Jo Soo Hyang)–orang yang selama di Tongyeong ngerjain Eun Bi. Menurut gue, akan lebih bagus sih kalau Eun Bi yang fight buat kehidupannya sendiri, for once menghadapi Soo Young dan membereskan urusan dengan kapasitasnya, tanpa bantuan Eun Byul. Tapi yaudahlahya, secara romancenya aja udah kriuk, apalah yang gue harapkan lagi.
Tapi, gue mau memuji Jo Soo Hyang yang meranin Soo Young, si tokoh antagonis remaja yang nyebelinnya luar biasa. Sumpah ya, ekspresi dan kelakuannya itu Zetan banget pake Z. Kayaknya kalau dia main sinetron Indonesia itu bangsa2 yang ketemu ibu2 di pasar langsung ditimpukin pake sayur. Sosiopat banget si Soo Young itu. Btw ini pujian lho, aktingnya bener2 mencuri perhatian, bahkan menurut gue dia seringkali lebih total dari pemeran2 utamanya :D.

Yah, intinya, drama Who Are You : School 2015 ini lumayan lah untuk ditonton. Ceritanya lumayan dalam, memperlihatkan bahwa anak bermasalah itu gak muncul begitu aja, seringkali karena situasi rumah yang gak kondusif, membuat anaknya mencari pelampiasan stress di luar. Pada akhirnya, peran serta guru, orangtua dan teman2 bisa membantu kok. Tapi pertanyaannya ya itu : mau gak bantu?
dan guys aku mau kasih tau nih , situs poker paling terpercaya ya cuma pokerboya99, server idn poker
yg satu ini , di jamin bisa bikin kalian ga bosen , sambil isi waktu
luang , untung menang juga , dengan pelayanan cs yg ramah , dan deposit
yg gampang bgt , tersedia bank BCA BNI BRI DANAMON MANDIRI dan CIMB ,
juga kalo kamu ga ada rekening bisa melalui GOPAY OVO atau PULSA juga ,
tunggu apa lagi segera daftarin id kamu dan dapatkan kesempatan menang
terus , :)